Friday, 24 August 2018

Happiness is..

Buku Happiness is
(Lisa Swerling & Ralph Lazar)


"Mempermudah hidup orang lain", salah satu dari 500 hal-hal sederhana yang membuat bahagia menurut buku Happiness is. Pada saat sampai di halaman ini, bengong, terkesima sejenak, dicerna. Loading sebentar, kemudian bilang ke diri sendiri, "Iya yaa.." 

Bahagia itu mempermudah hidup orang lain. Tidak harus hal yang besar, hal kecil sekalipun, semisal berbagi sepotong coklat, ataupun sesederhana menggurat senyum agar yang melihat juga ikut tersenyum. Memaklumi kesalahan-kesalahan kecil yang tidak disengaja. Tertawa untuk lelucon yang tidak lucu. Memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang terpaksa melewatkan yang pertama. Mewajarkan kelupaan. Memaafkan ketidaktahuan. Happiness is make someone’s life easier.

Masih ada 499 hal lain di buku Happiness is yang sederhana tapi iya bikin bahagia. Dan rasa-rasanya semua kita alami setiap hari. Membacanya bikin kita senyum-senyum sendiri, sambil bilang, "Iya ya, mi instan saja sudah bikin bahagia kok."


Bahagia itu sederhana.

Thursday, 23 August 2018

Be Brave

That being brave didn't mean you weren't scared. Being brave meant you were scared, really scared, badly scared, and you did the right thing anyway.
-Caroline, Neil Gaiman-

Ketakutan itu wajar. Toh kita ini makhluk hidup yang merasakan. Asalkan kita jangan berhenti pada ketakutan itu. Ada yang bilang seperti ini, "Suatu hari nanti kita lebih banyak menyesali hal-hal yg kita putuskan tidak lakukan, daripada menyesali hal-hal yang kita putuskan untuk lakukan". Ya benar juga sih. Tidak perlu suatu hari nanti. Tanya saja diri kita sekarang. Ada berapa banyak penyesalan karena melewatkan kesempatan. Karena ragu-ragu kemudian terlewatkan.

You may be scared, really scared, badly scared, but do the right thing anyway.

Saya bukan seorang pemberani. Ini, ayo. Itu, ayo. Saya tipe pemikir, super introvert. Banyak hal dipikirkan berkali-kali. Tapi membiarkan tanggung jawab tidak dipertanggungjawabkan itu bukan pilihan. Karena bagi saya bentuk paling sederhana dari sebuah keberanian adalah memegang kendali pada setiap tanggung jawab kita. Tidak perlu jauh-jauh dulu harus berani melawan korupsi di negeri ini. Tidak perlu jauh-jauh dulu ke pelosok negeri menjadi relawan. Tidak perlu ekstrim berani menyeru ganti presiden. Semua itu memang pakai keberanian. Be brave enough to play your role.

Oiya, sudahkah kalian membaca novel Coraline? A simple fantasy children book that tells you that you will always to choose to be brave. Karena musuh paling depan dari ketakutan adalah diri kita sendiri. Kita sendiri yang memutuskan berani atau tidak. Kita sendiri yang menjadikan diri kita berani atau takut.

Tapi ingat ya ada yang perlu hitung-hitungan juga. Jangan berani makan cabe sekilo kalau sudah tahu tidak sanggup. Hahaha. Dan saya tidak berani.

Mensyukuri Kemarin

Tahun segera beranjak. Sebelum berharap-harap banyak di tahun besok, jangan lupa mensyukuri hari ini dan kemarin yang telah menjadi bagian dari hidup kita.

Bersyukur karena kita diberi kesempatan menambah catatan sederhana sejarah hidup kita, sampai hari ini. Bisa jadi tanpa kita ketahui dan sadari, kita juga telah menjadi bagian dari sejarah baik hidup orang lain. Semoga kesempatan itu datang lagi di tahun berikutnya.

Bersyukur atas kehadiran-kehadiran, karenanya kita menjadi kuat. Allah yang memberikan segalanya. Keluarga yang selalu menyemangati dan menjadi alasan untuk terus berlari. Sahabat yang selalu membersamai. Mereka yang mendoakan dan mengharapkan kita memperoleh yang baik-baik. Juga mereka orang-orang asing yang bisa jadi kehadirannya tidak kita sadari namun memberi arti.

Bersyukur atas kesehatan, karenanya kita mampu dan sampai di titik ini.

Bersyukur atas pertemuan-pertemuan, karenanya kita belajar lagi. Yang baik mengajarkan untuk menjadi baik dan lebih baik lagi. Yang kurang baik, mengajarkan agar kita tidak menjadi seperti itu.

Bersyukur atas perpisahan-perpisahan, karenanya kita kaya akan pemahaman. Perpisahan mengajarkan kelapangan hati untuk mengijinkan kepergian beranjak, dan memberikan ruang bagi yang akan datang. Karena tidak ada yang akan tinggal selamanya.

Bersyukur atas masalah, karenanya kita bertumbuh dan belajar.

Bersyukur atas kesibukan-kesibukan, karenanya semoga kita semakin berdaya guna, dan ternyata kita mampu berbuat sesuatu.

Bersyukur atas kemauan berbagi, karenanya kesempatan bagi kita untuk bermanfaat bagi yang lain. Sadarkah kita bahwa perasaan ‘mau berbagi’ itu juga anugerah? Nyatanya tidak semua orang yang mampu, mau berbagi bukan? Bisa jadi di tangan kita, ada titipan mewujudkan impian orang lain.

Bersyukur atas kemampuan berbagi, karenanya kesempatan bagi kita untuk nyata bermanfaat bagi yang lain. Semoga dari tangan kita ada impian-impian orang lain yang terwujud.

Bersyukur atas banyak kesempatan-kesempatan lain, karena dengan kesempatan kita menjalani hidup. Kesempatan mengabdi pada-Nya, kesempatan berbakti pada orang tua, kesempatan berbagi, berbuat, kesempatan bertemu orang-orang baru, bertemu buku-buku baik, membaca bacaan-bacaan menarik, kesempatan diberikan nasihat-nasihat bijak. Kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Kesempatan mewujudkan impian. Bahkan kesempatan untuk bermimpi. Dan masih banyak lagi kesempatan yang mungkin tidak kita sadari, malah justru kita lewatkan dan sia-siakan.

Kita akan menutup hari ini dengan bersyukur, lalu menyambut esok juga dengan bersyukur.

Semoga tahun berikutnya, kita terus belajar dan bertumbuh. Semakin banyak memberi manfaat.

Makassar, 31 Desember 2016.


Iya, ini catatan penutup tahun. Pernah di-posting di noediane.tumblr.com. Walaupun catatan penutup, tidak masalah kan di posting kembali di tengah tahun. Karena bersyukur itu selalu.

Jangan lupa bersyukur yaaa

Kembali

Hari ini kembali ke rumah lama.

Pindah itu belum tentu ke tempat yang lebih baik. Tapi pasti untuk tujuan yang lebih baik.
(Teman Imaji, Prawita Mutia)

Sebenarnya sudah satu tahun terakhir jadi jarang menulis. Alasannya ada tiga. Satu, setelah Mei 2017 lalu ikut sebuah pelatihan self improvement saya merasa butuh waktu untuk melihat kembali nilai-nilai diri saya, terutama tentang apa yang saya bagikan ke Media Sosial, yang dibaca orang lain. Jadi menulis lebih hati-hati. Waktu itu masih selalu menulis tapi tidak dibagikan, disimpan di Notes HP.

Alasan nomor dua, HP saya cleaned-up. Ini menyedihkan sekali. Berasa seperti kehidupan di-reset ulang. Bukan karena saya se-addict itu terhadap HP. Tapi karena itu HP baru dan semua isinya belum ada back-up. Termasuk tulisan-tulisan dan catatan-catatan baru. Sejak itu, setiap kali mencoba menulis selalu teringat dengan tulisan-tulisan yang hilang itu. Dan tahukah, saya termasuk orang yang tidak bisa (sangat sulit) menulis sesuatu yang sama dua kali.

Alasan nomor 3, saya banyak alasan. hehehe. Karena saya merasa nyaman berbagi hanya di Tumblr saja, dan berhubung sejak Maret lalu Tumblr diblokir oleh Kominfo, jadi niat menulisnya semakin menyusut. Berharap satu dua hari ke depan blokir Tumblr dibuka kembali. Sayangnya sampai hari harapan saya masih harapan.

Jadi hari ini, kita pindah.

Saya dan tulisan-tulisan saya kembali ke rumah lama ini. Rumah lama yang dibangun dengan semangat 45 saat saya masih 19 Tahun. Sabar sekali rumah ini menunggu pemiliknya kembali. 

Bagi saya menulis itu belajar. Belajar dari kehidupan yang saya miliki. Belajar dari waktu yang saya lalui. Belajar dari kesempatan yang menghampiri.


Wednesday, 20 June 2018

Book of Life

I just closed an old book

Then I just open a new one

20th Juni 2018

Thursday, 6 August 2015

Nothing Lasts Forever


Dalam hidup itu, ada orang yang tidak bisa tinggal di dalam hidup kita, tetapi cukup tinggal di dalam hati kita saja (@tereliye_quote)

Lost is a part of life. Tidak ada yang bisa mengembalikan yang sudah pergi. Tidak ada yang bisa memutar kembali waktu. Seberapa kuat pun keinginan itu. Yang berlalu telah berlalu. Maka biarkanlah yang berlalu itu menjadi sesuatu, yang paling tidak telah mewarnai sebagian kecil perjalanan hidupmu. Belajarlah. Belajar menerima bahwa akan ada kehilangan dalam hidup kita. Akan ada yang pergi. Dan yang terjadi pastilah yang terbaik.

We lose and we gain people in our lives. Because maybe, there isn’t enough space for too many people in our hearts (Number 10, #88 Love Life)

Life is about in and out too.

Don’t cry because it’s over. Smile because it happened
(-Dr Seuss, Staying Strong-Demi Lovato)

Goodbye may seem forever. Farewell is like the end. But in my heart is a memory, and there you’ll always be (@disneywords)

Jika sepotong kisah hidup kita tidak selesai, tutup potongan tersebut, lanjutkan kisah yang lain (@tereliye_quote)

It’s time to put the past behind us. Just let it go, can’t hold it back anymore. No matter happened, the show must go on.

Time goes by so fast, people go in and out of your life. You must never miss the opportunity to tell these people how much they mean to you (-Unknown, Staying Strong-Demi Lovato).

Wednesday, 5 August 2015

Better One


These from me
  • Accept everything 'right now' with whole your heart. Remember that everything happens for a reason, never wait or look for something better until you can deal with what God has given to you today.
  • Never ever waste your precious time, it never be longer, it never comes back, never waits you. Not yesterday, not even tomorrow, you just have the present moment, today.
  • Be nice to everyone, to they who always present in every your single day. Never judge anyone and anything without look at them closely enough, everyone's entitled to given a second chance, and of course they always have a goodness inside them.
  • Be patient. Always remember that nothing is perfect, we are all make mistakes.
  • Open your eyes always, and embrace the change, no matter what, no matter how difficult could it be.
  • Always give thanks. Expect nothing and appreciate everything. 

 I am really really sorry for being the worst version of myself for the past few days.






 
Copyright (c) 2010 The Little Notes. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.