Was I wrong? Did I hurt someone?
Honestly, I have never really hate someone, anyone.
Was there an another mistake? At least, we have to talk each other if we're in a trouble, don't we?
I know where it began, I know exactly. But, sure I am not sorry for that. Yes, I told different than ever. I don't mean for a destroy. I just want a peace, among us, like ever we have. I just told them the right and better I mean, and it won't adverse anyone, even it hurts someone, I think they will understand that all of us only want one thing, our friendship, and of course me too.
But, every sight is different for each other. It looks like I am the bad one. But I swear, I'll never ever promise them to see it in me. I don't mean this one to happen. I just think why no one ask me about this? They just leave me.
That's what I wrote about two months ago. But even if, I feel so hurt, I always make sure my own self that everything of today, and yesterday too, are a processes, that I have to through. And everything will be okay at the end.
So today, I am sitting here, in front of my white notebook, to write this note, that it's alright.
Just be patient,
just always believe,
just keep smiling
just be positive
just be a good people
Then see what will happen next....
Monday, 3 August 2015
Sunday, 2 August 2015
Trouble is a Friend
With problem
live is never flat J
God has perfect timing, never early, never late. It takes a little
patience and lot of faith. But it’s always worth the wait #Unknown
Ini tentang cerita yang aku buat. Mungkin juga sebuah nasihat. Atau bisa
jadi hanya sebuah untaian kata.
Terlalu klise karena sudah sering diucapkan, sering didengar, dan
semua orang sudah tahu. Tapi kalimat ini tidak pernah salah. Bahwa hidup itu
berputar, seperti bumi yang juga berputar. Ada suka ada duka, ada siang ada malam.
Ada tangis ada hujan. Ada bahagia dan ada pelangi yang indah.
Sebagai manusia yang percaya bahwa hidup ini bukan milik kita, tapi
milik-Nya, sederhana, ‘terima’ saja.
Ya, menerima adalah kuncinya. Menerima masalah dan menyelesaikannya.
Menerima kesulitan dan memudahkannya. Menerima perpisahan dan kemudian membuka
pertemuan. Menerima tangis dan kemudian tertawa. Walaupun terkadang ‘menerima’
tidak bisa semudah mengucapkannya. Ada saat dimana kita lupa bahwa ingin hidup
berarti juga bersedia menerima segala isi kehidupan itu. Itulah isi kehidupan,
yang berwarna warni, dan tentu terkadang tidak mudah untuk dilewati.
Semua orang tentu pernah mengalami masalah berat. Entah seperti apa
rupa masalah itu. Entah seperti apa proses yang kita lalui terhadap masalah
itu. Entah seperti apa ending yang
kita alami. Tapi satu hal, semuanya akhirnya ‘selesai’ juga. Ya, karena hidup
itu berputar.
Jangan pernah membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, pun masalah
kita dengan masalah orang lain. Karena kita terlahir dengan nasib dan takdir
yang berbeda. Masa lalu yang berbeda, perjalanan hidup yang berbeda. Maka
masalah yang diberlakukan pada kita juga berbeda. Bisa jadi itu tergantung
kualitas diri kita sekarang. Ada kalimat yang mengatakan bahwa, orang besar juga akan diberikan tantangan
yang besar. Artinya masalah itu tergantung dari seberapa besar, seberapa
baik kualitas ataupun kemampuan diri kita sekarang, dan akan seberapa besar/sehebat
apa kita setelah melalui masalah itu. Dan tentu saja masalah yang kita alami,
yang harus kita hadapi, tidak akan pernah melebihi kemampuan kita. Itu janji
Tuhan yang tentu pasti benar.
Dari buku Chicken Soup for the
Soul karya Kim Dong Hwa, buku tersebut berisi berbagai macam cerita tentang
kebaikan, kisah nomor 23 berjudul Hidup Tak Ada Artinya Tanpa Masalah (oleh Ken
Blanchard). Inti dari kisah ini yaitu hidup dengan segala macam masalah di dalamnya
adalah wajar. Seorang anak dalam kisah ini berkata pada temannya yang
mengeluhkan masalah dalam hidupnya, “Sejauh yang aku tahu, hanya orang yang
sudah mati yang tidak memiliki masalah dalam hidupnya. Maka jika kamu merasa
bahwa masalah dalam hidupmu sudah tidak ada lagi, berarti mungkin kamu sudah
dekat dengan kematianmu” #ooppss J.
Memang, setelah kematian belum tentu kita terbebas dari masalah. Tapi satu hal
yang dapat kita petik dari kisah ini yaitu, masalah
dalam hidup itu bukanlah sesuatu yang harus dihindari, dikeluhkan ataupun
disesalkan. Masalah adalah tanda kehidupan, tanda bahwa kita masih hidup.
Ada sebuah kalimat doa, yang bagiku ini sangat mengena untuk kita yang
ingin ketengangan di tengah hiruk pikuknya masalah kehidupan.
God,
Grant me the serenity to accept the things I cannot change,
The courage to change the things I can,
And the wisdom to know the difference.
#Reinhold Niebuhr, “Serenity Prayer”
Kalimatnya sederhana namun cukup untuk mewakili. Kalimat ini sering
disebut sebagai Doa Penenang. Pertama kali membacanya di novel biografi
Merry Riana, Langkah Sejuta Suluh. Awalnya aku mengira kalimat ini dari Merry
Riana, namun beberapa waktu kemudian, aku menemukan kalimat yang sama di buku Don’t Sweat the Small Stuff karya
Richard Carlson. Dan beberapa bulan setelahnya, akun menemukan kalimat yang
sama dalam buku tulisan Demi Lovato ‘Staying
Strong’. Dari buku Staying Strong-lah aku tahu bahwa doa
tersebut disusun oleh Reinhold Niebuhr seorang teolog Protestan asal Amerika
Serikat.
Mickey Mouse melalui @disneywords berkata “Don’t stress over anything
that you can’t change”. Serupa dengan yang pernah dikatakan oleh Bong Chandra,
“Jangan pernah mencoba mengubah sesuatu yang tidak bisa kita ubah”.
Karena hidup kita adalah pemberian Tuhan, maka segala isinya selalu
kembalikanlah pada-Nya. Itu solusi paling jitu.
Dalam buku #88LoveLife yang ditulis oleh Diana Rikasari, berikut ini
salah satu kutipan menarik di dalamnya.
Many times we feel disappointed, angry or sad because things didn’t
turn out the way we wish it would. And that happens because we expect too much.
In life, things happen beyond what our brain can imagine. It is uncontrollable
and can seem unbearable. But things will feel alright if we’ve prepared
ourselves for anything that could happen. Because life isn’t perfect, neither
are we. So why expect things to run perfectly too? God has made the best plans
for us, so just enjoy the ride no matter where it leads us to. People change so
don’t expect them to stay the same forever. Let us grow and became a better
version of ourselves, with or without the support from people we wished we
would always have. We lose and we gain people in our lives. Because maybe,
there isn’t enough space for too many people in our hearts. Expect life to be
exciting, because it really is (Number 10, #88LoveLife)
Hidup itu selalu indah, dengan cara Tuhan, dan dengan cara kita
menyikapi segala hal di dalamnya.
Happiness is a now thing, don’t wait for later
to be happy #Unknown
Monday, 20 October 2014
Another Untold
Karena
kita terlahir bukan hanya untuk diam kemudian berkata ‘iya’ lalu menerima.
Kita
juga harus berjuang, berupaya, hidup dengan ‘iya’ dan juga ‘tidak’
Ketika
hari yang kita jalani bukan karena ‘mau’ namun ‘harus’. Ketika hidup cukup
untuk memperbaiki namun tak cukup untuk membahagiakan.
Pada saat itulah,
Aku
ingin hanya menerima, karena ‘iya’ ataupun ‘tidak’ tak akan mengubah banyak. Maka jangan katakan, tapi
cukup ceritakan pada hatimu. Bahwa kau cukup tegar dengan semua proses itu.
Karena,
Seringkali
jawaban kehidupan adalah bagaimana kehidupan mengajarkanmu ketika kamu sedang
menjalaninya #Langkah Sejuta Suluh-Merry Riana#
Maka,
Aku
ceritakan kesedihanku kepada sungai, agar sungai mengajariku bahagimana mengalir tanpa sedikitpun mengeluh #Surat
Dahlan-Krisna Pabichara#
Something Untold
Masih terpikir akan hal lain yang bisa
jadi lebih melegakan perasaan. Tapi setiap kali memikirkannya, semakin tersadar
bahwa ini bukanlah pencarian kebahagiaan, atupun kelegaan. Tersadar bahwa aku
hanya membuang waktu dengan mengingkari jalan kebaikan yang sudah terbentang di
hadapanku, bahkan sudah ada dalam genggaman .
Terkadang, kita lupa bahwa apa yang
kita miliki sekarang ini, di situlah kebahagiaan kita. Seseorang tidak akan
merasa bahagia selama dia terus menerus mencari kebahagian itu, selalu berharap
bahwa esok akan membahagiakan.
Padahal,
Kebahagiaan
adalah rasa. Dan siapakah yang bisa merasakan esok? Sedangkan esok belum
datang, esok masih dalam impianmu.
Berbahagialah sekarang. Karena kita semua hanya punya dua.
Kemarin dan hari ini. Namun kemarin adalah memori, dan waktu tak akan
dapat diputar kembali hanya untuk membuat kita merasakan ‘kemarin’ sekali lagi.
Sedangkan esok tetap saja masih dalam impianmu.
Do what you love, and love what you do.
^.^
Tuesday, 6 May 2014
Miscellaneous
Everything happens for a reason, I may not understand it now, but Allah does, and it's all the matters :)
Hallo,
Guys... very very long time no see. Two years has passed. And see, I am
back. Just because I like this, I like writing honesty, I like
sharing... and I love to be here :)
Dikarenakan saya sungguh-sungguh tidak tahu
harus menulis dengan tema apa, dan terlebih lagi, harus memulai dari
mana. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menulis hal ini saja. Oke, mari baca tulisan saya. Semoga tidak membuang waktu Anda ^.^.
Awal
Tahun 2014 kebanyakan orang pasti punya banyak mimpi-mimpi ataupun
hal-hal baru yang direncanakan. Katanya sih sebagai resolusi tahun baru.
Tujuannya pasti ingin lebih baik. Saya juga demikian. Dikarenakan
alasan ingin lebih baik itulah, saya akhirnya bertemu dengan buku, Mimpi
Sejuta Dolar. Mungkin saya orang terakhir yang bertemu buku ini.
Sebenarnya sudah lama saya mendengar desas desus betapa bagus dan
menariknya isi buku ini. Karena sudah sangat banyak orang yang
'teracuni' oleh kisah seorang Merry Riana di buku itu. Tapi saya
cenderung tidak peduli. Saya selalu berpikir, pasti buku lain (yang saya
baca) juga bagus. So, I don't want to read it. Tapi, berkat recomend
dari salah satu buku bacaan saya, yang walaupun sedikit sekali memuat
review buku Mimpi Sejuta Dolar, saya jadi tertarik mencari buku
tersebut. Kenapa? Just because the writer said, Merry Riana memulai
segalanya dari NOL. Setelah itu saya langsung disibukkan oleh pencarian
tentang review novel biografi Mimpi Sejuta Dolar.
Banyak kata-kata/kalimat dalam buku Mimpi Sejuta dolar yang saya benar-benar setuju. Bahwa mimpi, perjuangan, dan doa adalah segalanya. "Yang penting adalah bukan dimana kita sekarang, tapi dimana kita ingin berada". Siapapun kita, dan bagaimanapun keadaan kita sekarang, tidak ada yang melarang kita untuk bermimpi, you have to dare to dream big. Mimpi adalah alasan mengapa kita berjuang. Yes, you have to decide what you wanna get. Then, you can take a way how to make the dreams come true.
Tulisan saya memang kacau balau. Saya suka dunia tulis menulis. Sayangnya saya tidak pintar merangkai kata. Tapi saya tahu, saya harus belajar jika ingin bisa pintar menulis. So, let me make you as my reader. Even it will waste your time.
Enjoy!
and Thanks ^.^
Source: Merry Riana and Me
Banyak kata-kata/kalimat dalam buku Mimpi Sejuta dolar yang saya benar-benar setuju. Bahwa mimpi, perjuangan, dan doa adalah segalanya. "Yang penting adalah bukan dimana kita sekarang, tapi dimana kita ingin berada". Siapapun kita, dan bagaimanapun keadaan kita sekarang, tidak ada yang melarang kita untuk bermimpi, you have to dare to dream big. Mimpi adalah alasan mengapa kita berjuang. Yes, you have to decide what you wanna get. Then, you can take a way how to make the dreams come true.
Tulisan saya memang kacau balau. Saya suka dunia tulis menulis. Sayangnya saya tidak pintar merangkai kata. Tapi saya tahu, saya harus belajar jika ingin bisa pintar menulis. So, let me make you as my reader. Even it will waste your time.
Enjoy!
and Thanks ^.^
Source: Merry Riana and Me
Saturday, 7 July 2012
Menghadapi Masa Penyusunan Tugas Akhir
Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi
sedikit saran tentang penyusunan tugas akhir. Kebetulan saya baru saja menyelesaikan
studi di D-III Statistika Unhalu. Perjuangan yang tidak bisa dikatakan mudah. Tapi
terlalu sulit juga tidak. Selama 1 semester penuh berlalu tanpa lepas dari
Tugas Akhir. Enam bulan bukan waktu yang sedikit, jadi walaupun dikerjakan
setiap hari tentu dengan kuantitas yang santai tapi serius. Mudah-mudahan bisa
sedikit memotivasi dan membantu teman-teman.
- Judul tugas Akhir. Menurut saya ini adalah bagian paling rumit dan cukup memakan waktu. Pertimbangan akan kemampuan kita adalah yang paling menyulitkan. Untuk mengantisipasi hal ini hanya satu yang perlu dilakukan. Kepercayaan dan keyakinan diri. Yakin saja, walaupun kemampuan kita berbeda satu sama lain, tapi materi-materi yang kita terima selama perkuliahan sama semua kan? Bedanya adalah ada yang masih ingat tapi ada juga yang sudah nggak ingat. Hehe ;). Menyusun tugas akhir juga bukan tanpa buku dan panduan kan? Bahkan ada pembimbing yang akan ‘senantiasa’ membantu kita. Sudah banyak juga kan senior-senior yang sudah lulus lebih dahulu dengan topik tugas akhir yang tidak bisa dibilang sederhana. Jadi, pede aja lagi…!
- Berbicara masalah judul, ada satu hal yang perlu teman-teman antisipasi. Jika sudah mempertimbangkan masalah kemampuan, pertimbangkan juga tentang pendapat pembimbing kita nanti. Karena pembimbing juga berhak menentukan apa topik penelitian kita. Jadi, saat mengajukan judul selain berdoa semoga judul diterima juga harus siap untuk ditolak. Jika pembimbing kita memang menolak, jangan langsung menyerah donk. Cobalah menjelaskan sedikit mengapa kamu memilih topik/judul tersebut. Misalnya dengan menjelaskan bahwa topik tersebut walaupun sederhana namun cukup berbobot untuk dijadikan judul penelitian. Atau bisa juga dengan menjelaskan bahwa kamu merasa kemampuan yang kamu miliki cukup sampai di situ saja. Walaupun terkesan merendahkan diri, tapi itu kejujuran kan? Daripada pasrah tapi akhirnya malah menderita (Hahaha…). Jika penjelasan yang diberikan tidak mengubah pandangan pembimbing, ya sudahlah. Terima saja. Nanti kita juga akan dibimbing dan diarahkan. Yang terpenting adalah kembali pada kepercayaan dan keyakinan diri . Terkadang memang pembimbing berlaku seolah-olah mereka yang akan mengerjakan tugas akhir itu. Tapi teman-teman harus mengerti bahwa sang pembimbing bermaksud baik. So, just go on…
- Tentukan target batas waktu penyelesaian. Dengan menentukan waktu deadline kita bisa lebih serius dan fokus pada tugas akhir kita. Selain itu juga akan membuat kita selalu bersemangat dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Karena dengan berfokus pada tugas akhir tentu banyak hal lain yang harus kita kesampingkan. Jadi, kalau tugas akhirnya bisa selesai secepatnya berati banyak hal-hal lain yang bisa kembali kita kerjakan. Tapi perlu dipahami bahwa menentukan waktu deadline bukan berarti kita mengerjakannya dengan terburu-buru. Terlalu berpacu dengan waktu memang nggak bagus, tapi kalau kita terlalu santai dan pasrah justru akan membuat kita cenderung bermalas-malasan.
- Rajin dan Tekun. Hal yang paling sering terdengar adalah ‘malas membaca’. Padahal kan membaca tugas akhir kita berarti membaca tulisan kita sendiri. Selain bisa memeriksa ejaan atau huruf yang kurang, dengan membaca kita bisa mencoba memahami kalimat per kalimat. Walaupun sedikit demi sedikit tapi hal ini sangat berguna. Karena membaca sekali dua kali, bahkan tiga kali belum tentu akan membuat kita memahami maksud dari suatu kalimat. Terkadang review yang ketiga kalinya kita memang sudah mengerti. Namun pemahaman lain tentang kalimat tersebut justru muncul saat review yang kelima. Membaca non fiksi memang membosankan. Jadi, harus pandai menyiasati bagaimana rasa bosan itu tidak membuat kita berhenti. Misalnya dengan istirahat sejenak kemudian lanjut lagi. Dan teman-teman harus menanamkan dalam diri bahwa semua ini sangat berguna. Nanti buahnya pasti manis. Ketekunan juga bukan hanya persoalan isi tugas akhir itu. Tapi kita juga harus tekun untuk berkonsultasi pada dosen pembimbing. Semakin sering konsultasi, semakin cepat juga tugas akhir tersebut terselesaikan.
- Yang terpenting adalah serius tapi santai. Tidak perlu menghabiskan setiap hari selama 24 jam untuk memikirkan tugas akhir. Hal yang paling perlu adalah setiap hari harus dikerjakan. Walaupun sehari hanya 1 atau 2 jam saja.
- Jangan malu atau segan bertanya. Jika ada sesuatu yang kurang dimengerti silahkan bertanya. Terserah pada siapa, entah itu teman, senior, dosen pengajar, atau bisa juga langsung ke pembimbing.
- Berani mengorbankan waktu. Masa-masa menyusun tugas akhir adalah masa-masa kita sering menghabiskan waktu untuk menunggu. Menunggu dosen pembimbing datang, menunggu dosen pembimbing mengembalikan tugas akhir kita, menunggu untuk diberi tanda tangan. Jadi, siapkan diri untuk menjadi penunggu kampus (Hehe…).
- Tebal muka. Untuk mendapatkan persetujuan pembimbing itu nggak mudah. Konsultasi 1 atau 2 kali saja tidak cukup. Jadi orang bermuka tebal sangat diperlukan. Bisa jadi karena terlalu sering setor muka, sang pembimbing akan bosan melihat muka kita. So, lampu hijau menyala deh…
- Tutup telinga. Yang satu ini sebenarnya sama dengan istilah ‘batu’, yang berarti bahwa apapun yang dikatakan pembimbing atau suara-suara sumbang lainnya tentang kita dan tugas akhir kita, jika menurut kita itu tidak benar, jangan pernah dimasukkan ke hati. Misalnya, pembimbing mengatakan bahwa kamu selama ini kurang belajar, atau kamu tidak berusaha. Jika ada tanggapan meremehkan seperti itu, jadikan sebagai penyemangat. Buktikan pada mereka bahwa kamu serius mengerjakan.
- Selalu bersemangat. Waktu terus berjalan, tidak peduli kita baru bisa sampai bab II atau bab III. Jadi, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kesempatan yang ada hari ini belum tentu akan ada di esok hari.
- Jangan khawatir akan siapa penguji kita nanti. Kalau kita orang ‘besar’ maka rintangan yang akan menghadang juga akan ‘besar’. Jadi, serahkan semuanya pada usaha dan doa.
- Keberanian. Jika lampu hijau dari pembimbing sudah menyala, kenapa tidak langsung ujian saja? Harus berani. Just do it, then you’ll see the miracle.
- Jika setelah ujian dan ternyata hasilnya kurang memuaskan, jangan berkecil hati, yang penting kita sudah berusaha dan berdoa semampu kita. Jadikan ketidaksempurnaan hari itu sebagai semangat untuk menyempurnakan hari esok. Selalu tetap bersemangat.
- Sabar. Semua hal pasti ada rintangannya. Terlebih lagi jika sesuatu yang ingin kita capai adalah hal besar. Apapun rintangan yang menghadang, tetap semangat dan optimis. Kesabaran adalah kuncinya, karena dengan kesabaran kita akan memahami bahwa semua akan indah pada waktunya.
- JANGAN PERNAH MENYERAH!
Demikian
sedikit saran-saran, semoga bermanfaat untuk teman-teman. Kalau di antara teman-teman
ada yang mau berbagi pengalaman, silahkan di-share ya. Mohon maaf kalau ada
salah kata. Thanks :D
Saturday, 21 January 2012
IMPROVE YOUR ENGLISH
Guys, it’s important to improve your English more and more. For me can speak English well is not easy, it depends on you. Serious, patient, and persevere are the keys for better English ability. I have tried them, and it is so hard to survive. But, I think they’re useful. Even until now, my English is just as the beginner.
Let’s practice and practice, because no gain without pain. All have the first moment.
Here I just want to share you a method to improve your English. I got this from bbclearningenglish.com, a series radio teaching who support your English language studies. This programme is ‘Talk about English’. The programme is about how to improve your English, it would be listening, speaking, writing, vocabulary, etc. You can download the audio and the text from bbclearningenglish.com
Talk about English consist many series. The first series I would to share is ‘English Makeover’. In this series presenter Vicki Sullivan will visited English learners from around the world and then they’ll tell their English language problems. And there is advice for them and you, from an experienced teacher of English, Karen Adams. But, sadly, I just can share the quick summery from each part. Here they are.
Part I
Learners English in Korea, Japan, China and the other countries with languages where l and r are almost the same sound often have problems with the difference between l and r. so If you have problems with the sounds /r/ and /l/, think about lip shape. For /r/, as in rice, push your lips forward and make them rounder. For /l/ as in lice, make your lips like a smile. You might want to practice the sounds in front of a mirror.
If you want to learn vocabulary for your subject- cookery, architecture or medicine – keep your eyes open. Notice the English all around you. For cookery terms, look at lists of ingredients on packets or in books. If you’re in an English-speaking country, notice the signs in supermarkets. You could keep a notebook and write down new words.
Part II
If you worry about speaking English and get nervous, build up your confidence by chatting with your friends in the language. Have plenty of relaxed chats about and find out what really interests them. On another note, when you write, perhaps you’re not sure about the best way to link sentences. Study texts, perhaps texts related to your work such as business letters or reports. Notice the kind of sentences used. Are they mostly long or short? What kind of connecting words are used to join the sentences together? Take them apart and see if you can put them back together again.
Part III
Do you sometimes have problems choosing the right personal pronoun? In general in English it’s ‘he’ or ‘she’ for people and ‘it’ for things. But what about animals ? Well, that depends on your feelings. Your own beloved pet might seem more like a person – so use ‘he’ or ‘she’. But if you don’t know the animal you’re more likely to use ‘it’.
Perhaps you find that people don’t understand you because you speak English too fast and get the rhythm wrong. Take more breaths and pause more. Think about what you are saying and separate different ideas.
Part IV
If you want to improve your writing, the first step is to read more. Read things related to your writing needs and notice the language. If it’s letters to the bank, try banking leaflets. If it’s an application, look at job advertisements. Get an idea of the vocabulary and style. Then buy yourself a writing textbook and carefully work through it.
And what about English spelling ? To help you remember, split words into syllables, for example IN-DE-PEN-DENT – independent. Look for patterns, such as I before E except after C, as in thief. And group words according to sound and spelling – right, light, night and sight all follow the same spelling pattern.
Part V
If fluency is your problem, pay attention to the small sounds and phrases that English speakers use to fill the gaps. Sounds and phrases like ‘umm’, ‘err’, ‘well’, ‘Hang on a minute’. Or buy time by simply repeating what someone has said. ‘What’s the time?’…’What’s the time?..It’s err ..let me see..six o’clock.’
Maybe you never seem to know which words go with which. Why do we say ‘Fish and chips’ or ‘make a mistake’? Collect collocations when you read. Notice common word combinations and keep a record of these. Learn them as whole chunks rather than individual words.
Or perhaps describing the past is your problem. When do you say ‘I’ve heard’ or ‘I heard’? Start with your thoughts about the action you’re describing. If it’s relevant to you now, you often need to use the present perfect. ‘I’ve just heard Karen’s advice’ – you just heard the advice very recently and you are still thinking or talking about it now. But if you definitely think the action is over, use a past tense. For example, ‘I heard this programme last week.’ Last week is finished, so there is no connection to the present.
And if that’s all too much, get round the problem by using time markers – yesterday, just now, last week.
Part VI
If you have problems writing proposals or applications, look for models of the kind of things you need to write. Ask friends or colleagues if you can see their CVs or proposals and use these as your guide. Notice the structure, the length and the style of language.
Maybe you wonder whether you’re using the right kind of language in informal situations. You can become a careful listener and copy the kind of language that friends or colleagues use. But if you're not sure whether the words are appropriate for the situation, it’s safer to use neutral language. For example, ‘I like that’ rather than ‘That’s cool’.
Part VII
In this part, most of Karen's advice is to watch TV and listen to the radio! This might not sound like study advice, but in fact doing both these things can help improve many different skills in English.
If you need to practice listening without seeing someone, try listening to radio programmes in English – like English make over programme!
To improve your knowledge of slang and colloquial language, watch soap operas or chat shows on TV. Make a note of new expressions. If you don't understand them, try to guess the meaning from the context, or ask English-speaking friends to explain.
Watching a variety of TV programmes will also help you to understand different accents in English.
Part VIII
If you want to work on your formal English, particularly writing, read more to get used to this kind of language. For example, if you have to write letters, read lots of formal letters. Notice the style and try to copy it. Use a writing book to practice.
If tenses are your problem read things you enjoy, such as newspapers or magazine articles, and notice how the verbs are used. You could even blank out the verbs and then try to write them back in again. Next, try to rewrite the article in your own words, being very careful to get the tenses right.
And Part VIII brings us to the end of the English Makeover series. Try out that advice and see if it works for you. Special thanks to BBC World Service. Also great thanks to all of learners for sharing their English language problems with us, and to Karen Adams for her advice on how to improve our English, and of course for the presenter Vicki Sullivan.
Let’s practice English together, thank you J
